Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2019

Modul Pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Selamat bertemu pada Modul Pelatihan Mata Pelajaran Sosiologi Kurikulum  Modul Pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi

Modul BIMTEK K13 - Selamat bertemu pada Modul Pelatihan Mata Pelajaran Sosiologi Kurikulum 2013. Modul ini terdiri atas 4 (empat) seri modul yang disusun sesuai dengan kebutuhan guru dalam menguasai konsep dan melaksanakan Kurikulum 2013. Masing-masing modul terdiri atas uraian singkat materi, fokus modul, penugasan, dan refleksi.
Modul-modul tersebut adalah:

1. Modul 1: Analisis Kompetensi, Materi, Pembelajaran, dan Penilaian
2. Modul 2: Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3. Modul 3: Praktek Pembelajaran dan Penilaian
4. Modul 4: Praktek Pengolahan dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2014 telah mengeluarkan kebijakan penataan implementasi Kurikulum 2013 melalui Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Berdasarkan kebijakan tersebut implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2014/2015 semester 2 sampai dengan tahun pelajaran 2018/2019.

Pada tahun pelajaran 2016/2017 jumlah SMA yang melaksanakan Kurikulum 2013 sebanyak 3.212 SMA (25%) yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Selanjutnya untuk tahun pelajaran 2017/2018, implementasi Kurikulum 2013 diperluas menjadi 7.666 SMA atau sekitar 60% dan pada tahun pelajaran 2018/2019 akan dituntaskan menjadi 100% SMA dengan penambahan sebanyak 4.220 SMA.

Terhadap 4.220 SMA tersebut, pada tahun 2018 diberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013. Pelatihan dan pendampingan bagi guru SMA dilakukan bersama oleh Direktorat Pembinaan SMA, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Pelatihan dan pendampingan tersebut menggunakan modul bimbingan teknis Kurikulum 2013 tahun 2017 dengan mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017.
Baca juga Format dan Rubrik Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan Kurikulum 2013
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) mendorong para guru untuk mampu merancang, melaksanakan, dan menilai pembelajaran untuk menguatkan karakter peserta didik dengan mengedepankan lima nilai utama karakter yaitu religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas. Dalam setiap kegiatan pembelajaran, lima nilai utama tersebut perlu dijadikan sebagai poros utama dalam membangun karakter peserta didik. Untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia para peserta didik perlu dibekali sejak dini dengan apa yang disebut kecakapan Abad 21, khususnya keterampilan 4C yakni berpikir kritis dan memecahkan masalah (critical thinking and problem solving), bekerjasama (collaboration), berkreativitas (creativities), dan berkomunikasi (communication).

PPK merupakan platform pendidikan nasional yang memperkuat Kurikulum 2013. Modul pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi ini telah mengintegrasikan tiga strategi implementasi penguatan pendidikan karakter yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, pendidikan karakter berbasis budaya sekolah, dan pendidikan karakter berbasis masyarakat. PPK menjadi bagian integral dalam implementasi Kurikulum 2013.

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai Modul pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi berikut kami sajikan daftar isi dari modeul tersebut.
Baca juga Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Matriks Perancah Pemaduan Sintak
STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMA TAHUN 2018 DAN ALUR PENYAJIAN MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMA TAHUN 2018 

DAFTAR ISI
A. PENDAHULUAN
B. RASIONAL
C. BAHAN BACAAN
D. TUJUAN
E. HASIL YANG DIHARAPKAN
F. ALUR PENYAJIAN MATERI

MODUL 1
ANALISIS KOMPETENSI, PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN
FOKUS MODUL

UNIT 1
ANALISIS SKL, KI-KD, SILABUS, DAN PEDOMAN MATA PELAJARAN
A. URAIAN SINGKAT MATERI
B. PENUGASAN
C. REFLEKSI

UNIT 2
ANALISIS MATERI DALAM BUKU TEKS PELAJARAN
A. URAIAN SINGKAT MATERI
B. PENUGASAN
C. REFLEKSI

UNIT 3
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
A. URAIAN SINGKAT MATERI
B. PENUGASAN
C. REFLEKSI

UNIT 4
ANALISIS PENILAIAN HASIL BELAJAR
A. URAIAN SINGKAT MATERI
B. PENUGASAN
C. REFLEKSI
DOWNLOAD JUGA KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2019-2020
MODUL 2
PERANCANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A. FOKUS MODUL
B. URAIAN SINGKAT MATERI
C. PENUGASAN
D. REFLEKSI

MODUL 3
PRAKTIK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
A. FOKUS MODUL
B. URAIAN SINGKAT MATERI
C. REVIEW VIDEO PEMBELAJARAN
D. PENUGASAN
E. REFLEKSI

MODUL 4
PRAKTIK PENGOLAHAN DAN PELAPORAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
A. FOKUS MODUL
B. URAIAN SINGKAT
C. PENUGASAN
D. REFLEKSI

Kami sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan naskah Modul pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi ini. Semoga naskah Modul pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi ini dapat berguna dan membantu guru mata pelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui implementasi Kurikulum 2013.
Download Aplikasi Raport Semester Genap Kelas 3 dan 6 SD/MI Revisi Terbaru
Untuk mendapatkan Modul pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi silahkan download filenya di bawah ini.

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sabtu, 15 Juni 2019

Inilah Hal- hal yang Mesti Diperhatikan Mendaftar SMK Negeri pada PPDB SMK Negeri Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

PPDB SMK Negeri Tahun Pelajaran 2019/2020 di Provinsi Jawa Tengah saat ini sudah dimulai dalam tahapan proses awal. Siswa atau calon pendaftar baru akan mulai on progress terlibat langsung dalam proses pendaftaran mulai tanggal 17 Juni sampai 28 Juni 2019 mendatang untuk proses pengajuan akun dan verifikasi berkas. Pada tahun pelajaran ini, ketentuan seleksi untuk SMK belum ditetapkan untuk persyaratan zonasi atau bedasarkan jauh tidaknya tempat tinggal ke sekolah.

 di Provinsi Jawa Tengah saat ini sudah dimulai dalam tahapan proses awal Inilah Hal- hal yang Mesti Diperhatikan Mendaftar SMK Negeri pada PPDB SMK Negeri Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Banyak hal yang mesti dilalui seperti verifikasi berkas administrasi yang dipersyaratkan, kesehatan, bakat dan minat. Verifikasi bakat dan minat disesuaikan dengan bidang keahlian pada satuan pendidikan kejuruan yang dipilih calon peserta didik masing- masing.

Nah, sehubungan dengan pendaftaran peserta didik baru SMK Negeri di Jawa Tengah tahun pelajaran 2019/ 2020, berikut ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, antara lain:

Pahami tata cara pendaftaran - Tata cara pendaftaran merupakan hal yang utama diperhatikan. Kemudahan sistem PPDB secara online seperti saat ini adalah tersedianya website resmi yang memberikan kemudahan para pendaftar untuk mencari informasi tentang bagaimana proses pendaftaran sampai dengan tahapan terakhir. Perhatikan pada jadwal, syarat dan proses tahapan pendaftarannya. Calon peserta didik wajib datang ke salah satu satuan pendidikan yang akan dipilihnya guna melakukan verifikasi berkas yang dipersyaratkan dan sekaligus untuk memperoleh akun pendaftaran. Calon siswa SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah wajib mengambil token sebelum pendaftaran dalam jaringan (daring/ online). Token itu nantinya menjadi kode untuk mengaktivasi akun agar tidak digunakan orang lain.

Dokumen Utama - Pada saat verifikasi data, calon peserta didik harus mempersiapkan dokumen utama baik dokumen yang hanya fotocopy maupun dokumen yang mesti melampirkan dokumen asli. Yang bersifat fotocopy dengan menunjukkan aslinya misalnya Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga, sedangkan yang beserta dokumen asli yaitu seperti Piagam Prestasi, SK anak guru dan Surat Keterangan Sehat dari dokter. Surat keterangan sehat ini dari dokter pemerintah dengan menerangkan hasil pemeriksaan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih calon peserta didik SMK Negeri. 

Tes Khusus - Satuan pendidikan bisa saja menerapkan tes khusus dan tes kesehatan dengan standar dari satuan pendidikan masing- masing. Misalnya saja, tes akademik, tes psikologi dan wawancara. Untuk itu, persiapkan saja hal- hal tersebut diatas bilamana saat proses pendaftaran terdapat tes tersebut. Tes khusus ini dilaksanakan di sekolah saat mengumpulkan berkas kelengkapan.

Pilihan Peminatan - Calon peserta didik SMK dapat mendaftarkan diri pada 4 (empat) pilihan kompetensi keahlian dalam 2 (dua) Bidang Keahlian yang sesuai pada 1 (satu) satuan pendidikan atau lebih. Misalnya saja,
Si Budi memilih bidang keahlian teknologi dan rekayasa, dengan pilihan pertama, program studi teknik otomotif pada SMK A, kemudian memilih teknik mesin pada SMK B untuk program studi kedua, lalu memilih program studi ketiga, yaitu teknik grafika pada SMK C, dan memilih program studi keempat, yaitu teknik perkapalan pada SMK D.
Atau
Si Budi memilih bidang keahlian teknologi dan rekayasa, dengan pilihan pertama, program studi teknik otomotif pada SMK A, kemudian memilih program studi kedua, teknik mesin pada SMK A, memilih program studi ketiga, yaitu teknik grafika pada SMK C, dan memilih program studi keempat, yaitu teknik perkapalan pada SMK C.
Nah, untuk lebbih mengetahui informasi lanjut mengenai PPDB SMK Negeri tahun pelajaran 2019/ 2020, adik- adik bisa membuka website resminya di https://jateng.siap-ppdb.com lalu memilih menu SMK Negeri.

Semoga Sukses...


Sumber http://www.ahzaa.net/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Surat Edaran Dirjen Dikdasmen tentang Penggunaan Aplikasi RKAS

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Surat Edaran Dirjen Dikdasmen tentang Penggunaan Aplikasi RKAS Surat Edaran Dirjen Dikdasmen tentang Penggunaan Aplikasi RKAS
Surat Edaran Dirjen Dikdasmen tentang Penggunaan Aplikasi RKAS
Yth. Bapak/Ibu

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Kepala SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB

di seluruh Indonesia

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pengelolaan dana satuan pendidikan yang transparan dan akuntabel merupakan salah satu upaya dalam mencapai pendidikan yang bermutu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan Aplikasi RKAS yang terintegrasi secara nasional untuk memfasilitasi satuan pendidikan dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban dana Bantuan Operasional Sekolah dan sumber lainnya yang diterima oleh satuan pendidikan.

Untuk mendukung implementasi Aplikasi RKAS ini, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Surat Edaran nomor: 4313/D/PR/2019 tentang Penggunaan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Surat edaran tersebut ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia agar menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menugaskan Tim BOS sebagai Admin pengelola Aplikasi Manajemen RKAS per-bidang pendidikan dasar (SD/SMP) serta bidang pendidikan menengah dan khusus (SMA/SMK/SLB).
  2. Masing-masing Tim BOS provinsi/kabupaten/kota melakukan registrasi pada laman: markas.dikdasmen.kemdikbud.go.id dengan melampirkan SK Tim BOS yang telah ditandatangani oleh pimpinan yang berwenang.
  3. Menugaskan Tim BOS untuk menginput kode rekening yang telah ditetapkan melalui peraturan kepala daerah, paling lambat tanggal 30 September 2019 ke dalam aplikasi manajemen RKAS di laman: markas.dikdasmen.kemdikbud.go.id, serta mengirim file tersebut dalam bentuk excel sesuai dengan format ke surel: rkas.dikdasmen@kemdikbud.go.id.
  4. Menugaskan Tim BOS untuk berkoordinasi dengan BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah) setempat dalam rangka optimalisasi proses sosialisasi dan pemanfaatan laporan dari Aplikasi RKAS.
  5. Mempersiapkan kegiatan sosialisasi Aplikasi RKAS ke seluruh satuan pendidikan di wilayahnya masing-masing.
  6. Menugaskan kepala sekolah untuk menggunakan Aplikasi RKAS untuk kegiatan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban melalui dana Bantuan Operasional Sekolah dan sumber lainnya yang diterima oleh satuan pendidikan.

Demikian informasi yang kami sampaikan, file surat edaran selengkapnya dapat diunduh pada lampiran berita ini. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lampiran:

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sabtu, 18 Mei 2019

7 Permainan Bahasa Inggris untuk Membuat Pembelajaran Lebih Menyenangkan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Belajar bahasa yang baru bisa dianggap sebagai hal yang sulit apalagi bahasa tersebut bukanlah bahasa ibu. Dengan bergulirnya waktu menghadapi era insdustri 4.0 saat ini, belajar bahasa asing khususnya bahasa Inggris merupakan suatu keharusan. Akan tetapi belajar bahasa Inggris memerlukan proses yang tidak singkat, meski melalui bebagai proses yang sebut saja melelahkan. Karenanya salah satu tantangan dalam belajar bahasa Inggris adalah menemukan variasi tertentu yang menarik untuk belajar bahasa Inggris secara menyenangkan. Penggunaan cara- cara tradisional saja seperti metode searah guru tidak cukup malahan akan membuat siswa menjadi bosan dan akhirnya malas untuk belajar. Kesimpulannya, belajar bahasa Inggris haruslah menyenangkan , interaktif, dan menarik. Untuk itu pembelajaran bahasa Inggris mesti dikemas dan ditambahkan dengan permainan atau game.

Dalam beberapa kesempatan, menyelipkan game dalam pembelajaran bahasa Inggris sangat efektif memotivasi siswa dalam mengembangkan pengetahuan, menambah kosakata, dan menumbuhkan ketertarikan siswa akan pelajaran bahasa Inggris. Sebagian dari kita mungkin sudah menerapkan atau mengintegrasikan game pembelajaran dengan teknologi yang berkembang melalui gawai atau gadget. Akan tetapi, game konvensional tidak kalah menarik untuk diterapkan dalam pembelajaran. Game konvensional bahasa Inggris lebih mudah digunakan dalam segala kondisi dan situasi, dalam berbagai kesempatan dan keterbatasan sumber daya.

Nah, berikut ini saya rangkum tujuh game bahasa Inggris untuk diterapkan di dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas anda dengan tujuan membuat siswa lebih tertarik dan intens dalam belajar bahasa Inggris.

#1. Permainan Alfabet
Permainan alfabet ini bisa dimainkan oleh siswa tingkat sekolah dasar maupun SMP. Bertujuan menguji seberapa besar kemampuan siswa dalam penguasaan kosakata mereka. Permainan ini bisa dilakukan secara lisan atau tulisan. Adapun langkah- langkahnya adalah 

Secara lisan.
Pada pertemuan pertama, anda bisa menguji salah satu siswa secara lisan dengan menyebutkan kata kata tertentu, misalnya saja kata "BOOK".  Kemudian minta siswa lainnya untuk  membuat kata berdasarkan akhiran kata "BOOK" tersebut yaitu huruf "K" sebagai awalan dari kata tersebut, misalnya saja kata " KITE" lalu siswa lainnya melakukan hal yang sama, sebagai contoh kata "ERASER" dan seterusnya sampai siswa- siswa anda tidak bisa menebutkan kata berdasarkan akhiran huruf tersebut. 

Secara tulisan.
Instruksikan siswa untuk menyiapkan satu lembar kertas. Alokasikan waktu, misalnya lima menit untuk menulis berapa banyak kata dalam kertas tersebut. Saat waktu lima menit sudah selesai, anda bisa mengatakan "Stop, put your pens on your desks, dan siswa yang terbanyak menyebutkan kata adalah sebagai pemenang. Sebagai contoh :
SISWA A.
ERASER
RABBIT
TEA
APPLE
EGG
GUAVA

SISWA B
MOUNT
TEA
AVOCADO
OPEN
NEST
TENT

dan seterusnya.

#2. Menyusun kata
Permianan ini mengasah kemampuan siswa dalam menyusun kata menjadi sebuah kalimat dalam bahasa Inggris seara benar dan tepat. Caranya cukup mudah,
  • Bentuklah beberapa kelompok siswa.
  • Siapkan beberapa kertas karton berwarna yang berbeda tergantung dari berapa banyak kelompok yang dibentuk.
  • Gunting karton warna tersebut dalam bentuk persegi panjang. Gunakan satu warna untuk membuat satu kalimat yang terdiri dari sembilan kata, misalnya saja kalimat "Silkworms live for only three days after laying eggs".
  • Tuliskan kata tersebut pada karton warna tersebut dan gunting setiap "kata"-nya. 
  • Semua kelompok harus menukar dengan kelompok lainnya dan setiap keompok diberikan waktu selama dua atau tiga menit untuk menyusun kata tersebut menjadi kalimat yang benar. Saat waktu selesai, anda bisa memberikan tanda untuk menukar kalimat tersebut ke kelompok yang lain.


#3. Permainan Kata 'BOOM'
Permainan ini snagat menarik dan cocok diterapkan saat jam pelajaran terakhir saat siswa sudah mulai bosan dan tidak semangat. Caranya adalah 
  • Instruksikan siswa untuk berdiri, 
  • Suruh mereka untuk berhitung seperti berikut,

One - Two - Three - Four - BOOM
Six - Seven - Eight - Nine - Ten - BOOM
Eleven - Twelve - Thirteen - Fourteen - BOOM
Sixteen - Seventeen - Eighteen - Nineteen - BOOM
  • Kita ubah  angka kelipatan lima dan seterusnya dengan kata BOOM. Beberapa dari siswa pasti melakukan kesalahan dengan menyebutkan kata Five, Ten, atau Fifteen. Nah, siswa tersebut bisa kita kenakan "hukuman" yang ringan misalnya menyanyi atau hukuman ringan lainnya. 


#4. Permainan kata "SINGAPORE"
Permainan ini bisa dilakukan menjelang akhir jam pelajaran untuk memberikan penyegaran terhadap siswa.   
  • Bentuk kelompok siswa yang terdiri atas empat, lima atau enam siswa.
  • Silahkan tuliskan kata SINGAPORE pada papan tulis anda, 
  • Berikan waktu misalnya selama lima menit untuk membentuk kata berdasarkan kata SINGAPORE yang anda tulis tadi diatas. Kata- kata yang terbentuk mungkin akan menjadi kata - kata berikut ini, "SING", "GO", "IN", "APE", "SONG", "POOR", dan sebagainya.
  • Siswa atau kelompok yang menampilkan bentukan kata yang terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.


#5. Tebakan benda
Permainan ini memberikan rangsangan siswa untuk mengetahui keadaan sekitar mereka, misalnya menebak benda di dalam kelas atau benda- benda di lingkungan mereka saat guru mengajak mereka belajar diluar kelas.
  • Buatlah pertanyaan seperti " In this classroom, I can see  with my little eyes something  that begins with 'C'...
  • Siswa pasti akan menebak benda yang berawalan dengan huruf tersebut seperti, chair, ceiling, atau cable.
  • Jika beberapa kata yang mereka sebutkan tadi bukanlah jawaban yang anda maksud misalnya saja jawaban anda adalah 'clock', maka anda dinyatakan menang.
  • Mainkan lagi beberapa awalan huruf lainnya seperti "H", "A" dan lainnya.


#6. Jumbled Words
Permainan ini melatih ketelitian siswa dalam merangkai kata dari huruf acak berdasarkan kategori tertentu. 
  • Tentukan kategori dari kata yang ingin anda bentuk, misalnya kategori hewan (animal).
  • Carilah kata dalam bahasa Inggris yang  dirasa sulit untuk dieja dan tuliskan kata tersebut dalam papan tulis.

H - C - K - O - A - C - C - R - O
COCKROACH

S - U - M - T - A - P - P - O - H - O - P - I
HIPPOPOTAMUS

#7. Memorizing
Permainan ini mengasah siswa untuk mengingat akan kata atau kalimat yang diucapkan oleh guru pertama kalinya kemudian diteruskan oleh siswa lain sebelumnya. 
  • Buatlah kalimat, misalnya saja memakai bentuk Present Tense, Past Tense, Future Tense, Passive Voice, atau bentuk Conditional sentence.

While visiting national park, the students never forget to bring camera.
  • Minta siswa untuk meneruskan kalimat anda dengan menambahkan satu item kata dibelakangnya, kemudian kalimat tersebut akan diteruskan oleh siswa berikutnya.

Sebagai contoh, 
  1. Siswa I :While visiting national park, the students never forget to bring camera, and book.
  2. Siswa II :While visiting national park, the students never forget to bring camera, book, and pen.
  3. Siswa III :While visiting national park, the students never forget to bring camera, book, pen, and handphone.
  4. Siswa IV :While visiting national park, the students never forget to bring camera, book, pen, handphone, and sun glasses.
  5. Siswa V :While visiting national park, the students never forget to bring camera, book, pen, handphone, sun glasses, and bag.

Dan seterusnya.

Nah, itulah tujuh permainan bahasa Inggris/ English Game untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Masih banyak sekali jenis permainan bahasa Inggris selain ketujuh diatas. Semoga dengan tulisan ini bisa menjadikan tambahan referensi agar supaya pembelajaran bahasa Inggris lebih mengasyikkan lagi.

Punya game- game lainnya? jangan sungkan untuk membagikannya melalui kolom komentar dibawah ini.
Terima kasih .
Semoga bermanfaat. 

Sumber http://www.ahzaa.net/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Selasa, 14 Mei 2019

Kemenag Buka Rekrutmen Program Guru Bina Kawasan Tahun 2019

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


 Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam  Kemenag Buka Rekrutmen Program Guru Bina Kawasan Tahun 2019Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali membuka rekrutmen calon guru PAI yang akan dikirim ke daerah perbatasan. Program bantuan insentif pembinaan agama dan keagamaan Islam di wilayah perbatasan (Bina Kawasan) merupakan program unggulan Direktorat PAI dalam rangka memenuhi kebutuhan guru PAI di daerah dengan mengirimkan guru-guru fresh graduate.

Pendaftaran bina kawasan dibuka pada tanggal 13 Mei s.d. 10 Juni 2019. Program ini memiliki kuota sebesar 50 orang calon guru PAI yang akan ditempatkan di 24 provinsi sasaran di seluruh Indonesia. Adapun provinsi sasaran tersebut diantaranya: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Direktur PAI, Rohmat Mulyana, menyebutkan bahwa penetapan 24 provinsi tersebut masih dalam proses seleksi sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan dan sebaran peserta bina kawasan di daerah sasaran.

"Angkatan pertama sebaran Bina Kawasan tahun 2017 ada di 19 Provinsi, tahun ini akan kembali dikaji oleh tim agar ada pengembangan di daerah lain. Ini masih dalam proses koordinasi dengan daerah," ujar Rohmat.

Lebih lanjut, Rohmat memberikan kesempatan kepada peserta bina kawasan angkatan pertama yang berminat mengikuti program ini kembali. Kesempatan ini diharapkan agar pengembangan di daerah sasaran berjalan maksimal serta dapat menjadi pembimbing bagi peserta baru.

"Kami memberikan kesempatan pada peserta bina kawasan angkatan sebelumnya untuk mengikuti kembali, maksimal 2 tahun. Untuk penetapan daerah sasaran akan ditentukan oleh tim," terang Rohmat.

Proses seleksi ini dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu seleksi adminstrasi dan seleksi wawancara. Dua tahapan seleksi ini wajib diikuti oleh peserta sebelum mengikuti bimbingan teknis keberangkatan. Pelaksanaan seleksi adminitrasi di jadwalkan pada tanggal 11 s.d 16 Juni 2019, sedangkan pelaksanaan seleksi wawancara dijadwalkan pada tanggal 20-21 Juni 2019.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat PAI, Nasri, menjelaskan proses seleksi ini akan dilakukan berbeda dengan seleksi tahun sebelumnya yaitu dengan pemanfaatan aplikasi daring yang tersedia.

"Proses seleksi tahun ini akan kita coba dengan sistem daring, kalau seleksi tahun kemarin kan peserta dengan tim bertatap muka langsung, untuk efisiensi waktu dan finansial maka kita laksanakan secara online," ujar Nasri. (miftah/dod)

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Kamis, 14 Maret 2019

Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Matriks Perancah Pemaduan Sintak

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Metrix Perancah Pemaduan Sintak Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Matriks Perancah Pemaduan Sintak
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Metrix Perancah Pemaduan Sintak
IndoINT.blogspot.com - Analisis Penerapan Model Pembelajaran memandu guru menyusun langkah-langkah proses pembelajaran. Analisis penerapan model pembelajaran perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan cara berpikir pendidik dalam mengimplementasikan proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang berbeda dengan proses pembelajaran yang selama ini dilakukan. Perubahan proses pembelajaran ini diperlukan sehubungan dengan perubahan Standar Kompetensi Lulusan yang dicita-citakan dan didukung dengan Standar Proses yang diberlakukan.

Analisis Penerapan Model Pembelajaran memberi ruang bagi guru merencanakan penguatan pendidikan karakter (PPK) melalui pemilihan model pembelajaran. Nilai karakter yang dikuatkan tergantung pada model pembelajaran yang digunakan karena masing-masing model pembelajaran memiliki keunggulan dan kekhususan. Penerapan model-model pembelajaran yang dilaksanakan dengan benar mampu membentuk keterampilan abad 21 seperti /critical thinking, creative thinking, collaborating dan communicating /yang pada akhirnya membantu peserta didik memiliki Kecakapan Berfikir Tingkat Tinggi atau /Higher Order Thinking Skills/ (HOTS).

Pengetahuan Awal Analisis Penerapan Model Pembelajaran
Analisis Penerapan Model Pembelajaran merupakan kegiatan guru dalam menelaah, memilih dan memadukan model pembelajaran Kurikulum 2013 menjadi serangkaian aktivitas pembelajaran. Terkait dengan pengertian di atas maka sebelum melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran guru memerlukan pemahaman-pemahaman yang terkait dengan langkah-langkah dalam analisis penerapan model pembelajaran.

Format Penentuan dan Pemaduan Sintak pada Analisis Penerapan Model Pembelajaran
Analisis Penerapan Model Pembelajaran dilakukan dalam 2 (dua) tahap. Tahap yang pertama adalah menentukan model pembelajaran yang sesuai untuk kompetensi dasar yang bersangkutan. Model pembelajaran tidak boleh dipilih sekehendak guru, tetapi harus memperhatikan sifat dan kecenderungan kompetensi dasar. Mari cermati contoh penerapan model pembelajaran dan matriks perancah pemaduan sintak model pembelajaran Discovery Learning  dan Proses Berpikir Ilmiah (Saintifik)  pada mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan  SMK kurikulum 2013 revisi 2017 di bawah ini. 

Contoh Penentuan Model Pembelajaran
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Metrix Perancah Pemaduan Sintak Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Matriks Perancah Pemaduan Sintak

Matriks Perancah Pemaduan Sintak Model Pembelajaran Discovery Learning  dan Proses Berpikir Ilmiah (Saintifik)
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Metrix Perancah Pemaduan Sintak Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Matriks Perancah Pemaduan Sintak

Implementasi Strategi Pembelajaran Kooperatif dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran
Analisis Penerapan Model Pembelajaran , selain menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar juga meminta kita menentukan dan memilih strategi pembelajaran kooperatif yang cocok untuk diterapkan. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif akan memberi dampak positif dalam pengembangan kompetensi sosial siswa. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif menstimulasi interaksi antar siswa.

Strategi pembelajaran kooperatif yang dirancang dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran merupakan desain implementasi yang nantinya dituangkan dalam format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Strategi pembelajaran kooperatif yang banyak dikenal dan diterapkan antara lain:
Showdown, Jigsaw, 3 corners, Gallery walk, Opinion line, Circle of knowledge, Number heads together, Send a problem

Strategi pembelajaran kooperatif menguatkan sifat-sifat dan sikap-sikap sosial dalam diri siswa. Di samping itu, penerapan strategi pembelajaran kooperatif memberi efek variasi interaksi di dalam pembelajaran sehingga mengurangi atau mengeliminir kejenuhan. Oleh karena itu semenjak dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran sebaiknya strategi-strategi ini sudah direncanakan.

Perencanaan Langkah-langkah pembelajaran dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran
Analisis Penerapan Model Pembelajaran diikuti dengan merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang nantinya harus diungkapkan secara tertulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Perumusan langkah-langkah pembelajaran ini perlu memperhatikan hal-hal yang memang harus terimplementasikan dalam pembelajaran.

Berikut ini saya sajikan contoh dan format Analisis Penerapan Model Pembelajaran dan metrix perancah pada mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan kelas 11 SMK kurikulum 2013 Revisi 2017. Untuk mendapatkannya para rekan guru silahkan unduh filenya di bawah atau klik Disini.

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Rabu, 13 Maret 2019

Inilah Keterampilan yang Mesti Dikuasai Guru Abad Digital

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Tugas guru itu kompleks, menyeluruh, tidak hanya mengajar atau menyampaikan materi di kelas saja. Guru memiliki tugas dari tugas mendidik sampai dengan mengevaluasi pembelajaran. Karenanya guru mesti memiliki keterampilan yang mumpuni sebagai senjata apalagi dalam lingkungan abad 21 seperti saat ini.  Seperti kita ketahui abad 21 dikenal sebagai abad digital yang mengutamakan penerapan teknologi di bidang apapun demikian halnya dalam bidang pendidikan.

 tidak hanya mengajar atau menyampaikan materi di kelas saja Inilah Keterampilan yang Mesti Dikuasai Guru Abad Digital
Ilustrasi gambar

Nah, berkaitan dengan keterampilan guru pada abad 21 diatas, berikut saya rangkumkan beberapa skill yang mesti dimiliki guru untuk diterapkan di kelas.

1. Membuat Video Pembelajaran
Salah satu keterampilan penting yang mesti dikuasai oleh guru abad 21 adalah kemampuan dalam mengedit, membuat, mengolah dan memanfaatkan video interaktif. Guru mesti mampu menguasai keterampilan ini. Teman- teman guru dapat memanfaatkan fitur- fitur video yang disediakan secara luas di website seperti Blubbr, YouTube video editor,  Blubbr, Teachem, TED Ed, Edpuzzle dan lainnya.

2. Membuat Website
Blog website bukanlah hal yang baru. Blog website adalah sarana untuk menumpahkan isi pikiran kita saja namun sebagai wadah juga untuk membagikan informasi kepada pembacanya. Guru bisa menuliskan  materi, pemberian tugas bahkan menuliskan pengalaman sebagai motivasi yang sangat berguna untuk keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui blog website. Guru bisa memanfaatkan platform blog seperti Blogger, Edublog, WordPress, Kidblog, Wikispaces, dan Weebly. 

3. Membuat Kuis Online
Kuis dalam pembelajaran akan membuat peserta didik kita menjadi lebih kreatif dan menjadikan pembelajaran menjadi tidak membosankan. Teman- teman guru bisa mencoba beberapa website yang menyediakan fitur kuis ini seperti Testmoz, Quizalize, FlipQuiz, Riddle, dan QuizBean.  

4. Memanfaatkan Learning Management System (LMS)
Learning Management System (LMS) menjadi sangat populer penggunaannya akhir- akhir ini. Penggunaan LMS dapat mencakup semua kebutuhan pembelajaran mulai dari penyampaian materi secara daring, sampai dengan pemberian tugas dan kuis dapat ditampung melalui fitur platform LMS. Beberapa LMS yang sangat populer digunakan saat ini adalah seperti Moodle, Schoology, Edmodo, dan sebagainya.

5. Membuat Digital Portofolio
Dalam dunia pendidikan, portofolio berisikan berbagai hasil pekerjaan, tugas, dan juga nilai yang ditujukan untuk memberi gambaran tentang perkembangan belajar dan prestasi siswa. Bila sebelumnya kita masih menyuruh siswa mengumpulkan semua bentuk portofolionya secara konvensional, Dalam abad teknologi sekarang ini, Digital portofolio merupakan langkah yang tepat dalam menghimpun semua portofolio siswa kita. Selain lebih sederhana dan aman,  digital portofolio juga memudahkan kita untuk mengecek satu persatu portofolio dari peserta didik kita. Beberapa situs yang bisa kita coba seperti Google Sites, Weebly, Pathbrite, dan Silk.

5. Membuat Presentasi
Membuat presentasi dengan powerpoint adalah hal yang biasa. Namun dalam hal ini, kita akan lebih mengembangkan keterampilan membuat presentasi kita yaitu dengan membuat presentasi yang menarik lagi dengan berbasis internet. Kita bisa memanfaatkan beberapa fitur yang tersedia melalui website- website tertentu misalnya Google Slides, Haiku Deck, Prezi, Zoho, dan sebagainya. 

Demikian paparan beberapa keterampilan guru abad 21. Semoga tulisan ini bisa memberikan pengalaman baru bagi rekan- rekan guru.

Semoga bermanfaat. 

Sumber http://www.ahzaa.net/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sabtu, 09 Maret 2019

Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan BSNP Nomor Nomor  Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019
Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019
Pada Hari Selasa Tanggal 27 November 2018, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merilis Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2019. Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan BSNP Nomor Nomor 0296/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi UN dan Nomor 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi USBN.

Fungsi Kisi-kisi tersebut adalah sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian, baik soal USBN maupun soal UN. Kisi-kisi disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.

Menurut Bambang Suryadi Ketua BSNP, kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Perbedaan ada pada jumlah peserta dan jadwal ujian.

“Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda sebanyak 90 persen dan soal esai sebanyak 10 persen. Masih ada soal dari Pusat sebanyak 20-25 persen untuk USBN, sedangkan untuk soal UN, 100 persen disiapkan oleh Pusat”, ucapnya seraya menambahkan penerapan soal yang berorientasi pada penalaran atau Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Untuk lebih jelasnya silahkan download Kisi-kisi USBN dan UN tahun 2019 yang dapat dapat diunduh di bawah ini:

Download Kisi-kisi-USBN-2019

Download Kisi-kisi-UN-2019


Dengan adanya kisi-kisi USBN dan UN ini, diharapkan para guru di masing-masing satuan pendidikan dapat melakukan perencanaan ketuntasan pembelajaran untuk persiapan ujian. Terkait dengan pelaksanaan USBN dan UN, BSNP akan segera merilis POS USBN dan UN dalam waktu dekat ini, dengan mempertimbangkan masukan dari direktorat terkait. POS tersebut merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN.

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Senin, 03 Desember 2018

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019

.

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional  Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019
POS USBN Tahun Pelajaran 2018/2019

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019 sesuai dengan PERATURAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN  NOMOR: 0048/BSNP/XI/2018 TENTANG PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, yang selanjutnya disebut POS USBN, mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019. 

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah perlu menetapkan Prosedur Operasional Standar yang mengatur penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional pada Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2018/2019.

Download juga Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019

Dalam Prosedur Operasional Standar ini yang dimaksud dengan:
  1. Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama Republik Indonesia.
  2. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan profesional yang bertugas menyelenggarakan USBN.
  3. Sekolah adalah satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK), Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), Utama Widya Pasraman (Sekolah Keagamaan Hindu setingkat SMA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), dan satuan pendidikan yang menyelenggarakan Program Paket A/Ula, Paket B/Wustha, dan Program Paket C/Ulya.
  4. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut LPMP adalah unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
  5. Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut USBN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan Satuan Pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.
  6. Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut POS USBN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN.
  7. Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut SNP adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  8. Kisi-kisi USBN adalah acuan untuk mengembangkan dan merakit naskah soal USBN yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.
  9. Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
  10. Pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya.
  11. Paket naskah soal USBN adalah variasi perangkat tes yang paralel, terdiri atas sejumlah butir soal yang dirakit sesuai dengan kisi-kisi USBN.
  12. Lembar Jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut LJUSBN adalah lembaran kertas yang digunakan peserta untuk menjawab soal USBN.
  13. Bahan USBN adalah bahan yang digunakan dalam penyelenggaraan USBN yang mencakup naskah soal, LJUSBN, berita acara, daftar hadir, amplop, tata tertib, dan pakta integritas.
  14. Dokumen USBN adalah berkas hasil pelaksanaan USBN yang bersifat rahasia, terdiri atas naskah soal, jawaban peserta ujian, daftar hadir yang sudah diisi peserta, berita acara yang sudah diisi dan ditandatangani oleh pengawas ujian baik dalam bentuk hard copy maupun softcopy.
  15. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah yang selanjutnya disebut MKKS dan yang sejenisnya adalah kelompok kepala sekolah di tingkat Kabupaten/Kota pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs.), Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK), Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS).
  16. Kelompok Kerja Kepala Sekolah yang selanjutnya disebut KKKS dan sejenisnya adalah kelompok kepala sekolah di tingkat Kabupaten/Kota pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).
  17. Musyawarah Guru Mata Pelajaran yang selanjutnya disebut MGMP dan sejenisnya adalah kelompok guru mata pelajaran sejenis di tingkat Kabupaten/Kota pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs.), Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK), Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
  18. Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan adalah kelompok tutor mata pelajaran sejenis pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C di tingkat Kabupaten/Kota.
  19. Kelompok Kerja Guru Pondok Pesantren Salafiyah yang selanjutnya disingkat Pokja-PPS adalah kelompok guru mata pelajaran sejenis pada program Ula, Wustha, dan Ulya pada Pondok Pesantren Salafiyah di tingkat Kabupaten/Kota.
  20. Kelompok Kerja Guru yang selanjutnya disebut KKG adalah kelompok guru mata pelajaran sejenis di tingkat Kabupaten/Kota pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).

Download juga
Buku Kerja Guru 1,2,3 dan 4
Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS)
Untuk lebih jelasnya lagi mengenai Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019 sesuai dengan PERATURAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN  NOMOR: 0048/BSNP/XI/2018 TENTANG PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2018/2019 silahkan download filenya di bawah ini atau bisa juga dengan mengunjungi halam disini.

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Setelah membaca artikel diatas jangan lupa membaca artikel lain yang sudah tersedian di celotehpraja.

Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019

.

 untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan UN dan USBN Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019
Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019, untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan UN dan USBN, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Pada hari Selasa, tanggal 27 November 2018 merilis Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2019. Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan BSNP Nomor Nomor 0296/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi UN dan Nomor 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi USBN.

Fungsi Kisi-kisi tersebut adalah sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian, baik soal USBN maupun soal UN. Kisi-kisi disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.
Kisi-kisi UN dan USBN yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi (SI), dan kurikulum yang berlaku selanjutnya menjadi acuan untuk menyusun indikator soal, mengembangkan, dan merakit naskah soal UN dan USBN.

Menurut Bambang Suryadi Ketua BSNP, kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Perbedaan ada pada jumlah peserta dan jadwal ujian.

“Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda sebanyak 90 persen dan soal esai sebanyak 10 persen. Masih ada soal dari Pusat sebanyak 20-25 persen untuk USBN, sedangkan untuk soal UN, 100 persen disiapkan oleh Pusat”, ucapnya seraya menambahkan penerapan soal yang berorientasi pada penalaran atau Higher Order Thinking Skills (HOTS)
 
Untuk Mendapatkan Kisi-kisi USBN dan UN  dapat diunduh di laman:
Download Kisi - Kisi UN Tahun 2019
Dengan adanya kisi-kisi USBN dan UN ini, diharapkan para guru di masing-masing satuan pendidikan dapat melakukan perencanaan ketuntasan pembelajaran untuk persiapan ujian. Terkait dengan pelaksanaan USBN dan UN, BSNP akan segera merilis POS USBN dan UN dalam waktu dekat ini, dengan mempertimbangkan masukan dari direktorat terkait. POS tersebut merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN.
 
Download juga:
 Sumber:bsnp-indonesia.org
Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Setelah membaca artikel diatas jangan lupa membaca artikel lain yang sudah tersedian di celotehpraja.

Rumah Makan Padang Berumur 42 Tahun dan Siapakah Yang Gak Mengenal Masakan Padang

RM Padang Berumur 42 Tahun Bukan rumah makan Padang asal-asalan RM Padang Berumur 42 Tahun Bukan rumah makan Padang asal-asalan, RM S...